Npm ; 24213563
Kelas : 4EB24
Sistem Akuntansi di Berbagai Negara
Eropa
Sistem Akuntansi di Eropa lebih condong kearah kebutuhan
petugas pajak dan fokus sedikit menuju pencerminan laba suatu perusahaan.
Tetapi dalam beberapa tahun ini, Negara di Eropa telah mengalami pergeseran
dari negara sosialis menuju ke gaya ekonomi pasar barat.
Amerika
Sistem akuntansi di Amerika memiliki kesamaan dengan Inggris,
hal ini dapat terjadi karena adanya dampak dari hubungan investasi dan
historical diantara kedua negara tersebut. Sistem hukum dan bahasa dari Amerika
juga sama yaitu berasal dari Inggris. Walaupun demikian, Amerika Serikat lebih
banyak mengadaptasikan/menyesuaikan dibandingkan dengan hanya menerima tradisi
akuntansi dari Inggris. Di Amerika Serikat, akuntansi lebih fokus pada
perusahaan besar dan ketertarikan investor. Perlindungan dan keamanan investor
diatur dan diwajibkan pada tingkat pemerintah federal di bawah Securites Act of
1933 dan Securities Act of 1934. The Securites and Exchange
Commision (SEC)
didirikan memiliki tujuan untuk mewajibkan hukum, dan rumus sekuritas sama
halnya dengan mewajibkan standar akuntansi.
Asia
Sistem akuntansi di Asia mengalami kemunduran kepercayaan
diri didalam pasar keuangan, yang berdampak pada krisis finansial. Salah satu
jalan keluar dari hal ini adalah meningkatkan transparansi dan kualitas
akuntansi dengan cara mengadopsi kualitas dan transparansi akuntansi, serta
dengan cara mengadopsi kualitas yang lebih tinggi dari standar akuntansi.
Standar dan Praktek Akuntansi
(Eropa, Amerika, dan Asia)
Dalam perkembangannya, terdapat
banyak dan berbedanya standar akuntansi yang berlaku sehingga menimbulkan
masalah dalam keterbandingan laporan keuangan. Kondisi ini tentu dapat dipahami
karena dalam proses penyusunan standar akuntansi di suatu negara tidak terlepas
dari pengaruh faktor-faktor lokal suatu negara (Wolk et
al.,
2001: 4) mengatakan “economic conditions have
an impact upon both political factors and accounting theory”. Hal ini yang menyebabkan standar
dan praktik akuntansi di tiap-tiap negara terdapat perbedaan.
Standar
Akuntansi
Standar akuntansi tidak dapat
dilepaskan dari pengaruh lingkungan dan kondisi hukum, sosial dan ekonomi suatu
negara tertentu. Hal-hal tersebut menyebabkan suatu standar akuntansi di suatu
negara berbeda dengan di negara lain. Globalisasi yang tampak antara lain dari
kegiatan perdagangan antar negara serta munculnya berbagai perusahaan
multinasional mengakibatkan timbulnya kebutuhan akan suatu standar akuntansi
yang berlaku secara luas di seluruh dunia. Namun, setiap negara memiliki
lembaga pengatur standar pelaporan keuangannya sendiri.
Uni Eropa memiliki International
Accounting Standard (IAS) yang dikeluarkan oleh International
Accounting Standard Board (IASB), Amerika Serikat memiliki Generally
Accepted Accounting Principles (GAAP) yang dirilis oleh Financial
AccountingStandard Board (FASB), dan seterusnya. Setiap negara menggunakan standar
pelaporan yang sangat mungkin divergen antara satu dengan yang lain. Tidak
ada jaminan bahwa laporan-laporan keuangan yang disajikan di antara
negara-negara yang berbeda tersebut dapat dibaca dengan bahasa yang sama.
Perbedaan standar ini pada ujungnya juga akan menghambat para pelaku bisnis
internasional dalam mengambil keputusan bisnisnya. Sejauh ini yang menjadi leading dalam standar acuan adalah International
Financial Reporting.
Standar akuntansi yang
berkualitas sangat penting untuk pengembangan kualitas struktur pelaporan
keuangan global. Standar akuntansi yang berkualitas terdiri dari
prinsip-prinsip komprehensif yang netral, konsisten, sebanding, relevan dan
dapat diandalkan serta berguna bagi investor, kreditor dan pihak lain untuk
membuat keputusan alokasi modal (SEC, 2000, dalam Roberts, et
al.
2005). Standar tersebut harus mencangkup :
1.
Konsisten dengan kerangka konseptual yang
mendasarinya.
2.
Jelas dan komprehensif, sehingga standar tersebut dapat
dimengerti oleh pembuat laporan keuangan, auditor yang
memeriksa laporan keuangan berdasarkan standar tersebut, oleh pihak-pihak yang
berwenang mengharuskan pemakaian standar tersebut serta para pengguna informasi
yang dihasilkan berdasarkan standar tersebut.
3.
Menghindari atau meminimumkan adanya prosedur akuntansi
alternatif, baik implisit maupun eksplisit dengan mengingat faktor comparability dan consistency.
Praktek
Akuntansi
Tidak dapat dipungkiri bahwa Amerika
Serikat memiliki
pengaruh yang cukup besar dalam kancah internasional dan sangat kuat hampir di
segala aspek kehidupan. Kita sering mengalami kesulitan saat membedakan mana
yang internasional dan mana yang Amerika. Faktanya, dalam dunia akuntansi saat
ini standar akuntansi yang berlaku di Amerika Serikat disusun oleh Financial
Accounting Standards Board (FASB) dan telah diikuti oleh beberapa negara, baik
secara langsung maupun telah dimodifikasi. Sementara itu, Internasional
Accounting Standards (IASs), yang dikeluarkan oleh International
Accounting Standards Committee (IASC), belum diikuti oleh semua negara, bahkan oleh
negara-negara anggota yang tergabung dalam IASC tersebut. Namun sejauh ini
yang menjadi leading dalam standar acuan adalah International
Financial Reporting Standards (IFRS) yang dikeluarkan oleh International
Accounting Standard Board (IASB).
Pada bulan Juni 2000, European
Union mengadopsi IAS/IFRS dan mewajibkan semua perusahaan yang terdaftar di Bursa
Efek Eropa untuk menyusun laporan keuangan berdasarkan IAS/IFRS. Pengadopsian
IFRS kemudian diikuti oleh negara lain di berbagai belahan dunia.
Di Indonesia, Ikatan Akuntan
Indonesia (IAI) adalah organisasi yang telah mencanangkan program konvergensi
IFRS. IAI meresmikan (grand launching) program konvergensi IFRS ke PSAK
pada tanggal 23 Desember 2008 dan akan diberlakukan secara penuh pada tanggal 1
Januari 2012. Hoesada (2008, dalam Nunik, 2010) menyatakan bahwa, konvergensi
IFRS terhadap PSAK akan menyebabkan PSAK yang tadinya ruled-based sekarang menjadi principle-based.
Jadi kesimpulannya, Negara yang sistem Akuntansinya banyak di adopsi oleh negara lain yaitu Sistem Akuntansi di Amerika.
Daftar
Pustaka :
Arja
Sadjiarto, 1999. “Akuntansi International : Harmonisasi Versus Standarisasi”, Jurnal Akuntansi & Keuangan,
Vol. 1, No.2 : 144 – 161. Universitas Kristen Petra. (Diakses pada, 21 Maret
2016. 15:28 WIB).
Choi,
Frederick D.S., and Gerhard D. Mueller. 2005. Akuntansi
Internasional – Buku 1. Jakarta: Salemba Empat.
Dr.
Agus Purwanto, SE., Msi., Akt dan Murni Ana Sulfia Situmarong, 2009. “Transisi
Menuju IFRS dan Dampaknya Terhadap Laporan Keuangan : Studi Empiris Pada
Perusahaan Yang Listing di BEI”. Universitas
Diponegoro. (Diakses pada, 18 Maret 2016. 15:26 WIB).
Heri
Sukendar, W, 2009. “Konvergensi Standar Laporan Keuangan Ke
Standar Pelaporan Keuangan International, Apa dan Bagaimana”, Journal The Winners, Vol. 10
No.1 : 10-21. Universitas Bina Nusantara. (Diakses pada, 18 Maret 2016. 15:20
WIB).
Intan
Immanuela. “Adopsi Penuh dan Harmonisasi Standar Akuntansi Internasional”.
Universitas Widya Mandala Madiun. (Diakses pada, 18 Maret 2016. 06:26 WIB).
Zebua. 2008. Akuntansi Internasional. Jakarta : Mitra Wacana Media.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar