Senin, 25 Juli 2016

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KUCING YANG SAKIT

Hallo Cat Lovers!

Bagaimana keadan si anak bulu yang super duper cute?
semoga selalu diberikan kesahatan ya. aamiin
Kalian sangat menyayangi kucing kalian dan selalu memberikan perawatan yang baik demi kesehatan dan kebahagian si kucing kan ya hehe. tapi walaupun begitu kucing sangat mudah terkena penyakit juga loh. mulai dari penyakit yang kecil dan mudah disembuhkan sampai yang tidak bisa disembuhkan karena tidak ada obatnya.

Jika si kucing tersayang sudah menunjukan tanda tanda tidak sehat seperti murung tidak mau diajak bermain, tidak nafsu makan, lemas dan lain lain siapa coba yang ga sedih? biasa kita melihat dia aktif dan ceria tapi tiba tiba dia malah jadi ga bersemangat huhu

kalo kucing kesayangan sakit harus segera dibawa ke dokter memang. tapi saya sarankan ya dicoba tangani dan rawat sendiri dulu.

ga masalah jika langsung dibawa ke dokter cuma kan kemampuan keuangan setiap orang berbeda.

Ohya, saya akan memberi tips buat para Cat Lovers, Jika kucingnya sakit atau jika kucing saya muntah, terluka, dll. maka penanganannya adalah?
disimak yaaa hihi

tapi sebelum itu saya mau mengingatkan JIKA SETELAH 3HARI MASIH TIDAK ADA PERUBAHAN SEGERA DIBAWA KE VET.



JIKA KUCING SAYA :

YANG SAYA LAKUKAN :


Demam

Berikan air kelapa hijau murni atau Hydro coco, tapi lebih baik dari air kelapa hijau murni asli, di spetin/suapin tiap 3jam sekali. Jangan lupa juga dengan asupan makanan dan vitamin




Mencret

Spet dengan Air+Madu/Lacto B/Serat seperti agar-agar atau tempe rebus yang di mix dengan Wetfood/berikan wetfood i/d /obat Diacat



Jamur

Olesi VCO (Virgint Coconut Oil) menggunakan cotton but secara rutin dan juga rutin memandikannya menggunakan shampo jamur



Kutu

Berikan Revolution/mandi menggunakan jeruk nipis atau lemon/gunakan shampo kutu


Susah BAB/Masalah pencernaan

Jika kucing susah BAB berikan Microlax sedikit saja atau juga bisa berikan serat seperti agar agar atau tempe rebus yang di mix dengan Wetfoodnya/ berikan juga i/d



Luka pada permukaan kulit

Basuh lukanya dengan alkohol atau rivanol atau detol dan berikan salep gentamicin atau salep walet juga bisa


Muntah

Biasanya setelah kucing muntah, dia tidak nafsu makan maka setelah dia muntah siapkan 1/2 sendok teh listerin atau obat kumur yang lain dengan 5 sendok makan air bersih, lap mulutnya menggunakan kapas.




Telinga kotor keluar cairan

Berikan obat tetes untuk manusia atau untuk kucing baik yang normal atau yang khusus earmites


Gemetar/Menggigil kedinginan

Jamur dibawah sinar matahari/Bedong menggunakan selimut tebal. Spetin juga air hangat+madu


Tidak nafsu makan

Berikan wetfood a/d (dispetin), kasih air+madu atau air kelapa hijau murni atau vitamin(nutrigell+/herbafit/vitagell,dll)


Dehidrasi

rutin kasih air putih tapi juga lebih baik spetin air kelapa hijau murni tiap 1-2jam sekali.


Flu

Jemur dibawah sinar matahari, berikan air+madu dan juga berikan obat flu untuk kucing





Tentunya itu semua juga harus diperhatikan ya, jangan disepelein. dilihat penyebab dia bisa sakit dan sakitnya menjurus kemana? misal dia muntah keterusan ,demam ditambah dia juga mencret bisa jadi itu mengarah ke virus misalnya. kalo udah serius seperti terkena virus dan penyakit lain, segerakan dibawa ke vet ya.


Note:
  • Spet = cara menyuapi makan dan minum si kucing menggunakan media suntikan tanpa jarum.
  • Lacto.B, VCO, Gentamicin, Salep walet, dan Microlax dapat dibeli di apotik terdekat.
  • Air kelapa hijau murni bisa didapatkan di penjual air kelapa
  • Revolution, i/d, a/d, Shampo kutu&jamur, Diacat(Obat diare untuk kucing) bisa dibeli di petshop/vet terdekat
Informasi tersebut didapat dari pengalaman saya sendiri dan juga tentunya info dan bantuan dari Cat Lovers di komunitas saya maupun non komunitas.

Jangan lupa dicatat dan disimpan ya..
hehe semoga bermanfaat aamiin.

salam dari Neo, kucingku tercinta




berikan testimoni pada kolom komentar dan share ke temanmu juga ya hehe
Terima Kasih

Senin, 11 Januari 2016

BIBLIOGRAFI

PENGERTIAN, FUNGSI, UNSUR, MACAM, PENYUSUNAN DAN CONTOHNYA.


Apa itu Bibliografi?


Bibliografi (dari bahasa Yunani βιβλιογραφία, bibliographia, secara harfiah "penulisan buku"), sebagai sebuah praktik, adalah buku studi akademis seperti fisik, benda-benda budaya, dalam pengertian ini, juga dikenal sebagai bibliology (dari bahasa Yunani-λογία,-logia) . Secara keseluruhan, bibliografi tidak peduli dengan isi buku-buku sastra, melainkan lebih kepada "bookness" buku.
Sebuah bibliografi, produk dari praktik bibliografi, adalah daftar sistematis buku dan karya-karya lain seperti artikel jurnal. Bibliografi berkisar dari "karya dikutip" daftar di akhir buku dan artikel untuk menyelesaikan, publikasi independen. Sebagai karya-karya yang terpisah, mereka mungkin dalam volume terikat seperti yang ditunjukkan di sebelah kanan, atau terkomputerisasi database bibliografis. Sebuah katalog perpustakaan, meskipun tidak disebut sebagai bibliografi, adalah bibliografis di alam. Bibliografi karya-karya hampir selalu dianggap sebagai sumber tersier.
Bibliografi karya berbeda dalam jumlah detail tergantung pada tujuan, dan secara umum dapat dibagi menjadi dua kategori: enumerative bibliografi (juga disebut compilative, referensi atau sistematis), yang menghasilkan sebuah gambaran mengenai publikasi dalam kategori tertentu, dan analitis, atau kritis, bibliografi, yang mempelajari produksi buku. Pada masa lalu, bibliografi sebagian besar terfokus pada buku. Sekarang, kedua kategori mencakup bibliografi karya-karya tersebut dalam format lain, termasuk rekaman, film dan video, objek grafis, database, CD-ROM dan website. nsur-Unsur Bibliografi dan Contoh Penulisannya a. Nama Pengarang, yang dikutip secara lengkap. b. Judul Buku, termasuk judul tambahannya. c. Data Publikasi: penerbit, tempat terbit, tahun terbit, cetakan ke berapa, nomor jilid buku dan tebal (jumlah halaman) buku tersebut. d. Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel yang bersangkutan, nama majalah, atau surat kabar, tanggal dan tahun.
Penyusunan Bibliografi a. Nama pengarang diurutkan berdasarkan urutan abjad. b. Jika tidak ada nama pengarang, judul buku atau artikel yang dimasukkan dalam urutan abjad. c. Jika untuk seorang pengarang terdapat lebih dari satu bahan referensi, untuk referensi kedua dan seterusnya, nama pengarang tidak diikutsertakan, tetapi diganti dengan garis sepanjang 5 atau 7 ketikan. d. Jarak antara baris dengan baris untuk satu referensi adalah satu spasi. Namun, jarak antara pokok dengan pokok lain adalah dua spasi. e. Baris pertama dimulai dari margin kiri. Baris kedua dan seterusnya dari tiap pokok harus dimasukkan ke dalam sebanyak tiga atau empat ketikan.

Jenis-Jenis Bibliografi Jenis bibliografi yang dihasilkan dalam pembuatan publikasi sekunder akan tergantung pada jenis pustaka yang akan didaftar. Misalnya akan dibuat daftar yang berasal dari deskripsi katalog buku yang dimiliki perpustakaan, maka daftar tersebut dapat dinamakan daftar katalog. Sementara jika daftar yang disusun berdasarkan judul artikel suatu majalah, maka daftar tersebut dapat disebut daftar isi. Dari segi cara penyajian dan uraian deskripsinya, bibliografi dibagi menjadi: • Bibliogrfi deskriptif: Yaitu bibliografi yang dilengakapi deskripsi singkat yang didapat dari gambaran fisik yang tertera atau tertulis dalam bahan pustaka. Seperti judul buku atau majalah, judul artikel, nama pengarang, data terbitan (impresium), kolasi serta kata kunci dan abstrak yang tertulis. • Bibliografi evaluatif: Yaitu bibliografi yang dilengkapi dengan evaluasi tentang suatu bahan pustaka. Evaluasi ini biasanya mencakup penilaian terhadap isi suatu bahan pustaka atau artikel.
Cakupan Bibliografi Dari segi cakupanya, bibliografi dapat dibagi menjadi: • Bibliografi retrospektif : Yaitu jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka yang telah diterbitkan pada zaman yang lampau. Misalnya “Bibliografi sejarah perang Dipenogoro” • Bibliografi terkini/current : Yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan yang sedang atau masih terbit saat ini. Contohnya Ulrich’s International Periodicals Directory. • Bibliografi selektif : Yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan tertentu dengan tujuan tertentu. Misalnya “Buku bacaan terpilih untuk anak usia pra sekolah”. • Bibliografi subjek : Yaitu jenis bibliografi yang mencatat bahan pustaka atau artikel pada bidang ilmu dan subjek tertentu. Misalnya “Bibliografi khusus ternak kelinci”. • Biliografi nasional : Yaitu jenis bibliografi yang mencatat terbitan suatu negara atau daerah regional tertentu. Contohnya “Bibliografi Nasional Indonesia”. Penentuan cakupan/topik suatu bibliografi ditentukan berdasarkan berbagai pertimbangan antara lain : • Permintaan pengguna • Topik yang sedang berkembang atau yang banyak diperlukan saat itu • Dokumentasi koleksi yang dimiliki • Mandat instansi
Bagian-bagian Bibliografi Suatu deskripsi bibliografi biasanya terdiri dari : Judul : berisi judul artikel atau judul buku yang akan dideskripsikan Kepengarangan : berisi nama pengarang perorangan atau pengarang badan korporasi Sumber : berisi judul jurnal, judul prosiding, atau judul buku dimana informasi tersebut berada. Data terbitan (impresium): berisi data tentang kota terbit, nama terbit, dan tahun terbit Keterangan fisik buku (kolasi), yang berisi halaman lokasi artikel ditemukan. Keterangan informasi, seperti kata kunci dan abstrak Keterangan tambahan , seperti lokasi rak penyimpanan, kode call number, perpustakaan pemilik bahan pustaka, dan sebagainya

Oleh karena itu penyusunan suatu daftar bibliografi mempunyai fungsi utama untuk membantu pemakai mencari dan menelusuri informasi tertentu. Fungsi lain dari bibliografi adalah sebagai bagian dari jasa pelayanan perpustakaan kepada pemakai. Dengan menerbitkan suatu bibliografi, pustakawan dapat menawarkan koleksinya kepada pemakai tanpa harus mengeluarkan seluruh koleksi yang dimilikinya, serta dapat menjangkau pengguna yang tinggal jauh dari perpustakaan. Dengan demikian maka, bibliografi dapat digunakan sebagai: Bahan rujukan terhadap koleksi perpustakaan Daftar koleksi yang dimiliki perpustakaan Daftar informasi bahan pustaka mengenai suatu bidang kajian tertentu, dan sebagainya.

MANFAAT BIBLIOGRFAFI

Pencatatan informasi mengenai koleksi perpustakaan dalam bentuk bibliografi dilakukan dengan berbagai alasan antara lain:
~ Jumlah koleksi perpustakaan yang semakin meningkat bentuk dan bidang kajiannya
~ Kebutuhan informasi para pengguna yang semakin beragam dan meningkat jumlahnya
~ Upaya untuk meningkatkan kualitas layanan penelusuran informasi yang cepat dan tepat

Oleh karena itu penyusunan suatu daftar bibliografi mempunyai fungsi utama untuk membantu pemakai mencari dan menelusuri informasi tertentu. Fungsi lain dari bibliografi adalah sebagai bagian dari jasa pelayanan perpustakaan kepada pemakai. Dengan menerbitkan suatu bibliografi, pustakawan dapat menawarkan koleksinya kepada pemakai tanpa harus mengeluarkan seluruh koleksi yang dimilikinya, serta dapat menjangkau pengguna yang tinggal jauh dari perpustakaan.

Dengan demikian maka, bibliografi dapat digunakan sebagai:
~ Bahan rujukan terhadap koleksi perpustakaan
~ Daftar koleksi yang dimiliki perpustakaan
~ Daftar informasi bahan pustaka mengenai suatu bidang kajian tertentu, dan sebagainya.
 


CONTOH BIBLIOGRAFI

1. Buku sebagai sumber acuan
urutan penyebutannya adalah
-Nama Pengarang
-Tahun terbit
-Judul buku
-Tempat terbit
-Nama penerbit

Contoh :
Setiabudi, A.N. 1985. Cakrawala Nusantara. Jakarta : Gramedia. Depdikbud 1989. Kisah Penulisa Sebagai Pahlawan, Jakarta : Balai Pustaka.

2. Majalah sebagai sumber acuan
-Nama Pengarang
-Tahun terbit
-Judul artikel
-Nama majalah
-No majalah
-Bulan terbit
-Tahun terbit

Contoh :
Setiabudi, A.N. 1985. “Kisah Penulisa Sebagai Pahlawan” Insert Media, 12 (Desember IV). Jakarta

3. Surat Kabar sebagai acuan
-Nama Pengarang
-Tahun terbit
-Judul artikel
-Nama surat kabar
-Tanggal terbit
-Tempat terbit

Contoh :
Setiabudi, A.N. 1985. “Kisah Penulisa Sebagai Pahlawan” Poskota, 2 November 1988 . Jakarta.

4. Antologi Sebagai acuan
-Nama Pengarang
-Tahun terbit karangan
-Judul karangan
-Nama Editor
-Judul antologi
-Tempat terbit
-Nama penerbit

Contoh :
Setiabudi, A.N. 1985. “Kisah Penulisa Sebagai Pahlawan” Kasus Retorika Indonesia. dalam Kaswati Purwo (ed), perjuangan pejuang. Jakarta : Univ Gunadarma.

5. Internet sebagai sumber
Setiabudi, A.N. 1985. “Kereta maglev masa depan” Wikipedia (online), jilid 5,  No.4, (http://www.atmasetya.com, di akses 15 November 2001)



Resensi: 
https://id.wikipedia.org/wiki/Bibliografi
 http://homeworktips.about.com/od/citationsandbibliography/qt/bibliography.htm



Nama : Isti Larasati 
NPM  : 24213563
Kelas : 3EB24